"Allah ga sayang sama kita,, Allah ga care sama kita" atau " Allah ga adil..". Bukan kadang lagi, tapi sering kita jika dalam keadaan kecewa ketika untaian doa kita tak kunjung dikabulkan Allah, sementara kebutuhan kita semakin terhimpit, terpojok bahkan tak tertolongkan lagi, kalimat diatas adalah kalimat yang keluar dari mulut kita.
Sahabatku yang dicintai Allah, banyak cara yang Allah hadiahkan kepada kita. Kadang Allah usik hati kita, Allah "jewer" telinga kita yang itu sebenarnya Allah sedang rindu pada kita. Allah rindu suara kita untuk menyebut namaNya.. Ya Allah...
Jangan pernah berhenti untuk ber-Positive Thingking (Khusnudzon) pada Allah, karena Allah tak akan pernah mengabaikan permintaan hambaNya. Yang perlu kita yakini saat ini adalah bahwa Allah itu dekat, buktinya? Jantung kita masih berdetak dengan sempurna, right? Nafas kita masih berhembus dengan oke. Kaki kita masih bisa kita langkahkan dengan gagahnya. Mana? Nikmat mana lagi yang mau kita dustakan? Hanya karena doa kita lulus UN dengan nilai memuaskan tak dikabulkan, hanya karena doa kita agar segera diberi rezeki harta yang cukup tak kunjung datang, hanya karena doa kita agar diberi jodoh tak tampil dipermukaan? hanya karena rasional itu semua kemudian kita pupuskan nikmat Allah yang lain kita abaikan.
Lupakah kita dengan jasad ini yang tak sedang berada di Rumah Sakit dilengkapi dengan selang infus sembari menunggu bantuan donor darah dari relawan?. Lupakah kita akan jasad ini yang masih bisa tertawa bersama Ayah Ibu atau Suami dan Istri sementara sahabat kita detik ini juga ada yang sedang dirundung duka ditinggal Ayahnya atau Ibunya atau Istri atau Suaminya selama lamanya menghadap sang Khaliq?Sungguh begitu cengengnya kita.
 |
| Do'a ikhlas & Khusyuk pada Allah (Ilustrasi) |
Intinya, Allah tantang adrenalin kita untuk menerima tawaran-Nya. Apakah itu?
Ada 1 ayat yang sangat populer saat itu, dimana turunnya ayat ini dikarenakan datangnya seorang Badui menemui Rasulullah dan bertanya "Wahai Rasulullah, apakah Rabb kami itu dekat lantas cukup kami bermunajat dengan-Nya ataukah jauh sehingga kami harus menyeru-Nya?"Rasulullah shallallhu 'alaihi wa sallam pun diam dan kemudian turunlah ayat ini :
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), “Aku itu dekat”. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)
Jelas sudah, pertama Allah ingin sampein ke kita bahwa DIA deket (1 point yang harus dicatet, deket!!!)
Kedua, Allah jelas sekali bilang bahwa DIA akan kabulin setiap Do'a yang kita mohonkan padaNya (catet point 2, Allah kabulkan Do'a kita!!!)
Ketiga, point ini sudah masuk persyaratan juga tawaran Allah pada kita agar doa kita terkabul. Falyastajiibuulii kata Allah, taati perintah-Ku kemudian dilanjutkan Walyu'minuubii, Dan beriman kepada-Ku. That's All. Cuma 2 Syaratnya yang Allah minta. Pertama taati perintah Allah, taati perinta disini berarti segala yang ditetapkannya agar senantiasa kita taati, perinta Shalat, Puasa (Wajib & Sunnah), Sedekah, Zakat, Haji bagi yang mampu dan perintah-perintah Allah lainnya. Juga masuk kedalam ranah menjauhi segala laranganNya, seperti Zina, membunuh, memperkosa, selingkuh, Riba, Culas, Korupsi, mengambil hak anak yatim dan dhuafa, Fitnah, Ghibbah, Iri, adu domba, syirik, dengki, sum'ah, riya', sombong, takabbur dan penyakit hati lainnya. Kedua Beriman kepada Allah, setelah segala perintah Allah kita taati kemudian kita berdoa, apapun hasilnya tugas kita hanya fokus pada satu, Beriman kepada Allah, Percaya. Percaya apapun yang akan Allah kasih itu adalah yang terbaik buat kita karena Allah beri apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita minta. Satu contoh, ketika kita memiliki seorang anak yang sudah berumur 10 tahun (kelas 5 SD) kemudian dia meminta pada kita, "Yah,, minta uang jajan dong yah!" kemudian kita bertanya, "berapa nak?" lantas si anak pun menjawab dengan penuh YAKIN&MANTAP "5 juta yah!". Akankah kita beri apa yang dia MINTA? tentunya sebagai orang tua yang mendidik kita akan memberi yg dia BUTUH, bisa jadi cuma 5000 rupiah atau paling mentok 10,000 rupiah untuk jajan dia di sekolah. itulah ALLAH, lebih tau apa yang kita butuhkan dibanding kita sendiri yang memiliki jasad ini.
Dan point ke 4, point terakhir yang harus kita catet kenapa kita harus yakin Allah itu deket, setiap doa kita akan Allah kabulkan asalkan kita taati perintahNya dan beriman kepadaNya semua itu agar kita selalu berada dalam kebenaran. Sungguh, ketika kita berada dalam kebenaran sesuai jalan yang Allah kasih, insyaALLAH tak ada keragu-raguan dalam hati ini menjalankan segala perintahNya selayaknya Siti Hajar yakin bahwa Allah tak akan menelantarkannya bersama Ismail yang masih mungil saat itu di padang tandus di tambah di tinggal oleh Ibrahim atas perintah Allah. Apakah Siti Hajar tahu bahwa setelah ia bolak balik mondar mandir 7 kali dari safa ke marwa akan ada air zam zam yang melagenda hingga detik ini tak berkurang dan tak habis-habisnya meskipun sudah dinikmati jutaan umat manusia yang senantiasa rindu untuk hadir kesana. Siti Hajar tidak tahu!!Dia hanya yakin dan yakin, bahwa Allah tak akan sia siakan usaha yang ia lakukan. Begitupun dengan kita, Lakukanlah apa yang ingin kita lakukan selama itu adalah perintah Allah, InsyaALLAH akan ada hasil yang takjub luar biasa yang Allah kasih di luar ketidaktahuan kita layaknya ketidaktahuan Siti hajar saat itu.
Semoga Bermanfaat Sahabat, semoga kita semakin dekat dengan Allah dan semakin memperbaiki diri kita dari hari ke hari. Aamiin Ya Rabb
Wallahualam
By : Arief taqien